19 Desember 2019 22:01:32
Ditulis oleh admin

Pendaftar Sertifikat Murah di Pongpongan tembus Seribu bidang!

http://www.pongpongan-merakurak.desa.id/first/artikel/115 Pongpongan, (19 Desember 2019). Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL) berjalan dua bulan di Desa Pongpongan, sampai akir Desember 2019 panitia sudah menerima 1000 berkas pendaftar. Dan diperkirakan pendaftar akan terus bertambah sampai awal januari.

Pongpongan termasuk 5 Desa pertama di kabupaten Tuban yang mengawali PTSL 2020, pendaftaran dan pengukuran dilakukan diakhir tahun 2019 agar awal tahun 2020 sudah bisa melakukan pemberkasan.

Dari 46.000 target sertifikat di kabupaten Tuban, Desa Pongpongan mengajukan 2000 bidang untuk mengikuti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL), dan sudah terserap 1000 bidang selama dua bulan ini.

Diharapkan jatah 2000 bidang dari BPN ini bisa terserap seluruhnya, agar kedepan tanah yang ada di Desa Pongpongan sudah bersertifikat semua. Selain penerimaan pendaftaran PTSL, panitia juga sudah menyelesaikan pengukuran di Desa Pongpongan.

Pengukuran dilakukan diseluruh wilayah Desa Pongpongan baik yang ikut PTSL maupun tidak ikut, pengukuran dimulai dari pemukiman lalu dilanjutkan ke sawah dan ladang.

"Alhamdulillah kita sudah menyelesaikan pengukuran di Desa Pongpongan, baru kemarin selesai. Januari sudah bisa pemberkasan dan diajukan ke BPN" terang Mustofa tenaga ahli BPN.

Berdasarkan instruksi Presiden nomor 2 tahun 2018 tentang percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL) diseluruh wilayah Indonesia, pemerintah Desa Pongpongan mengambil kesempatan tersebut untuk mengikuti PTSL.

tujuan dari PTSL adalah memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum atas tanah masyarakat, diharapkan setelah mengikuti PTSL masyakarat bisa menggunakan sertifikatnya sebagai jaminan permodalan usaha.

Kepala Desa Pongpongan Luqmanul Hakim berharap program PTSL ini bisa berjalan dengan lancar dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Pongpongan.



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus